Author: Admin

  • Polda Metro Jaya Berikan Layanan Penyampaian Aspirasi Agar Nyaman dan Tertib Bagi Seluruh Aktifitas Masyarakat Lainnya

    Polda Metro Jaya Berikan Layanan Penyampaian Aspirasi Agar Nyaman dan Tertib Bagi Seluruh Aktifitas Masyarakat Lainnya

     27 August 2026 – 16:19 WIB

    Tribratanews.polri.go.id – Jakarta — Polda Metro Jaya hadir memberikan pelayanan dalam pelaksanaan penyampaian aspirasi di muka umum. Polri menegaskan bahwa penyampaian pendapat merupakan hak dasar dan hak konstitusional masyarakat yang dilindungi undang-undang, namun tetap harus dilaksanakan dengan mematuhi ketentuan hukum dan etika. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, terdapat ketentuan mengenai barang-barang yang tidak diperbolehkan dibawa dalam kegiatan penyampaian pendapat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998. “Polri hadir memberikan pelayanan dalam penyampaian pendapat di muka umum. Itu merupakan hak dasar, hak konstitusi yang dilindungi oleh undang-undang. Tetapi ada aturan hukum, ada etika yang harus menjadi pertanggungjawaban kita bersama agar pelaksanaan penyampaian aspirasi di muka umum dapat berjalan aman, tertib, damai, dan bertanggung jawab,” ujar Budi Hermanto saat Konferensi Pers Polda Metro Jaya, Kamis (27/8). Menurutnya, Polri juga mencermati munculnya sejumlah konten dan narasi di ruang digital yang berpotensi memicu keresahan, termasuk provokasi, disinformasi, malinformasi dan ujaran kebencian. “Kami dari Polda Metro Jaya akan melakukan patroli media sosial dan akan men-stem kalau itu hoaks ataupun disinformasi dan malinformasi. Adapun terkait penemuan di lapangan, ini merupakan penyelidikan baik secara digital maupun konvensional yang dilakukan oleh jajaran Polda Metro Jaya,” jelasnya. Selain itu, kepolisian terus melakukan penyelidikan terhadap berbagai temuan di lapangan, baik melalui metode digital maupun konvensional. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan fakta serta mencegah adanya pihak-pihak yang memanfaatkan penyampaian aspirasi dengan membawa barang-barang yang dilarang oleh ketentuan perundang-undangan. Budi menegaskan, Polri tidak membatasi kemerdekaan masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Kehadiran kepolisian justru ditujukan untuk memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya dengan baik, sekaligus menjaga aktivitas masyarakat lainnya tetap berjalan aman dan nyaman serta tertib. “Kepolisian tidak pernah membatasi ruang kemerdekaan penyampaian pendapat, melainkan memastikan aspirasi tersampaikan dengan baik dan seluruh masyarakat dapat beraktivitas sebagaimana mestinya,” tegasnya. Ia menambahkan, berdasarkan pemantauan hingga pukul 10.38 WIB, situasi Jakarta masih dalam kondisi aman dan dapat dikendalikan. Aktivitas masyarakat, termasuk lalu lintas, pendidikan, kegiatan ibadah, dan perekonomian, tetap berjalan aman dan nyaman serta tertib. Budi mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga situasi Jakarta tetap aman dan kondusif serta tidak memberikan ruang bagi kelompok yang berupaya menciptakan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. “Aspirasi harus disampaikan melalui ruang keselamatan dan harus mendapat perlindungan. Potensi-potensi kekerasan harus dicegah sedikit mungkin. Demokrasi memberikan ruang bagi perbedaan pendapat, tetapi tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” pungkasnya.

  • Warga Tetap Nyaman Beraktivitas, Jakarta Aman

    Warga Tetap Nyaman Beraktivitas, Jakarta Aman

    26 Agustus 2026, 14:45 WIB

    Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.

    Bisnis. Sumber ilustrasi: Unsplash

    Sumber: IG

    Jakarta merupakan pusat aktivitas masyarakat dengan berbagai kegiatan yang berlangsung setiap hari. Di tengah dinamika kehidupan perkotaan, situasi Jakarta yang aman, tertib, dan kondusif menjadi salah satu hal penting agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan nyaman.

    Kondisi Jakarta Aman dapat terlihat dari berbagai aktivitas masyarakat yang tetap berjalan seperti biasa. Transportasi publik beroperasi dan digunakan masyarakat untuk menunjang mobilitas sehari-hari. Perjalanan menuju tempat kerja, sekolah, pusat perbelanjaan, maupun berbagai lokasi aktivitas lainnya dapat dilakukan dengan tertib dan nyaman.

    Di sektor perkantoran dan perekonomian, kegiatan bisnis serta pelayanan publik juga terus berjalan. Pusat perbelanjaan, pasar, dan berbagai tempat usaha tetap menjadi bagian dari aktivitas masyarakat. 

    Hal ini menunjukkan bahwa roda perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat tetap bergerak secara normal.

    Dalam bidang pendidikan, kegiatan belajar mengajar di sekolah maupun perguruan tinggi dapat berlangsung sebagaimana mestinya.

    Sumber: media

    Sumber: media

    Para pelajar dan mahasiswa dapat menjalankan kegiatan pendidikan, sementara para tenaga pendidik melaksanakan tugasnya dalam suasana yang aman dan mendukung proses pembelajaran.

    Ruang publik juga menjadi bagian penting dalam kehidupan warga Jakarta. Taman, kawasan terbuka, dan fasilitas umum dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, berekreasi, berkumpul, serta bersosialisasi. Penggunaan ruang publik secara tertib menciptakan suasana kota yang lebih nyaman dan harmonis.

    Selain itu, kegiatan keagamaan juga dapat dilaksanakan dengan aman dan khidmat. Masyarakat dari berbagai latar belakang dapat menjalankan aktivitas keagamaannya dengan tetap menjunjung tinggi sikap saling menghormati dan toleransi.

    Jakarta Aman bukan hanya tentang terbebas dari gangguan keamanan, tetapi juga tentang terciptanya rasa nyaman, ketertiban, dan kepedulian di tengah masyarakat. Setiap warga memiliki peran dalam menjaga lingkungan, menghormati sesama, menaati aturan, serta menghindari tindakan yang dapat mengganggu ketenteraman bersama.

    Dengan semangat kebersamaan, persatuan, dan saling menghargai, Jakarta dapat terus menjadi kota yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama.

    “JAKARTA AMAN, JAKARTA NYAMAN, JAKARTA KONDUSIF — BERSAMA KITA JAGA JAKARTA.”

  • Buka Police Expo 2026, Kapolda Sumsel Gelorakan Semangat Juang Bangsa

    Buka Police Expo 2026, Kapolda Sumsel Gelorakan Semangat Juang Bangsa

    Kapolda Sumsel Buka Police Expo 2026, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama

    BANYUASIN — Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho menegaskan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

    Pesan tersebut disampaikan Kapolda saat membuka Banyuasin Police Expo 2026 yang mengusung semangat Proklamasi dan Hari Juang Polri.

    Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, Wakil Bupati Banyuasin Ir. Netta Indian, S.P., Ketua DPRD Kabupaten Banyuasin Abdul Rais, S.M., unsur Forkopimda, serta masyarakat.

    Dalam sambutannya, Kapolda mengatakan semangat perjuangan kepolisian dalam perjalanan sejarah bangsa perlu terus dihidupkan dan diwujudkan melalui kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan saat ini.

    “Keberadaan polisi dari sejarah telah terbukti bahwa sejak empat hari setelah Indonesia merdeka, Polisi Istimewa sudah ada dan mendukung pemerintahan hingga saat ini. Semangat Proklamasi 17 Agustus yang masih menyala, ditambah bensin lagi dengan Hari Juang Polri tanggal 21 Agustus ini,” ujar Kapolda.

    Menurutnya, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga situasi keamanan. Dukungan pemerintah daerah, DPRD, TNI, Forkopimda, serta seluruh lapisan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan kondisi yang aman dan tertib.

    “Kepolisian tidak mampu bekerja sendiri. Tanpa dukungan pemerintah daerah, tanpa dukungan dari Pak Ketua Dewan, dari teman-teman TNI, semua Forkopimda, dan masyarakat sekalian, kepolisian tidak akan bisa bekerja dengan baik,” tegasnya.

    Karena itu, Kapolda mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mengambil peran dalam menjaga keamanan dan ketertiban, dimulai dari lingkungan masing-masing.

    “Mari kita jaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kita secara bersama-sama, karena kita menyadari dan kita yakin bahwa keamanan adalah milik kita bersama,” ajaknya.

    Banyuasin Police Expo 2026 juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Selain menghadirkan informasi mengenai rekrutmen Polri, kegiatan tersebut memberikan literasi tentang bahaya narkoba, pencegahan bullying, serta antisipasi penyalahgunaan teknologi, termasuk perkembangan dan potensi penyalahgunaan Artificial Intelligence (AI).

    Kapolda turut mengingatkan para pelajar dan generasi muda agar memanfaatkan masa muda dengan berbagai kegiatan positif sebagai bekal untuk menghadapi masa depan.

    “Anak muda, organisasi masyarakat maupun para pelajar sekalian tentunya menjadi harapan orang tua untuk bisa menjadi permata-permata pemimpin yang akan datang. Maka dari itu, pada saat sekarang perlu diisi dengan hal-hal yang positif yang bisa menjadikan modal untuk ke depan,” pungkasnya.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan, Police Expo menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan Polri dengan masyarakat sekaligus meneruskan semangat perjuangan melalui kolaborasi.

    “Semangat juang pahlawan kepolisian di masa lampau kini bertransformasi menjadi semangat kolaborasi. Lewat sinergi yang kokoh antara aparat dan seluruh lapisan warga, kita pastikan keamanan bukan sekadar tugas polisi, melainkan milik bersama. Sesuai dengan tekad yang terus kita gaungkan: Nyago Bumi Sriwijaya, Aman Bae!” tegas Kombes Pol Nandang.

    Melalui Banyuasin Police Expo 2026, Polda Sumsel terus mendorong penguatan sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Sumatera Selatan.

  • Kapolda Sumsel Buka Police Expo 2026, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama

    Kapolda Sumsel Buka Police Expo 2026, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama

    Kapolda Sumsel Buka Police Expo 2026, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama

    BANYUASIN — Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho menegaskan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

    Pesan tersebut disampaikan Kapolda saat membuka Banyuasin Police Expo 2026 yang mengusung semangat Proklamasi dan Hari Juang Polri.

    Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, Wakil Bupati Banyuasin Ir. Netta Indian, S.P., Ketua DPRD Kabupaten Banyuasin Abdul Rais, S.M., unsur Forkopimda, serta masyarakat.

    Dalam sambutannya, Kapolda mengatakan semangat perjuangan kepolisian dalam perjalanan sejarah bangsa perlu terus dihidupkan dan diwujudkan melalui kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan saat ini.

    “Keberadaan polisi dari sejarah telah terbukti bahwa sejak empat hari setelah Indonesia merdeka, Polisi Istimewa sudah ada dan mendukung pemerintahan hingga saat ini. Semangat Proklamasi 17 Agustus yang masih menyala, ditambah bensin lagi dengan Hari Juang Polri tanggal 21 Agustus ini,” ujar Kapolda.

    Menurutnya, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga situasi keamanan. Dukungan pemerintah daerah, DPRD, TNI, Forkopimda, serta seluruh lapisan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan kondisi yang aman dan tertib.

    “Kepolisian tidak mampu bekerja sendiri. Tanpa dukungan pemerintah daerah, tanpa dukungan dari Pak Ketua Dewan, dari teman-teman TNI, semua Forkopimda, dan masyarakat sekalian, kepolisian tidak akan bisa bekerja dengan baik,” tegasnya.

    Karena itu, Kapolda mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mengambil peran dalam menjaga keamanan dan ketertiban, dimulai dari lingkungan masing-masing.

    “Mari kita jaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kita secara bersama-sama, karena kita menyadari dan kita yakin bahwa keamanan adalah milik kita bersama,” ajaknya.

    Banyuasin Police Expo 2026 juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Selain menghadirkan informasi mengenai rekrutmen Polri, kegiatan tersebut memberikan literasi tentang bahaya narkoba, pencegahan bullying, serta antisipasi penyalahgunaan teknologi, termasuk perkembangan dan potensi penyalahgunaan Artificial Intelligence (AI).

    Kapolda turut mengingatkan para pelajar dan generasi muda agar memanfaatkan masa muda dengan berbagai kegiatan positif sebagai bekal untuk menghadapi masa depan.

    “Anak muda, organisasi masyarakat maupun para pelajar sekalian tentunya menjadi harapan orang tua untuk bisa menjadi permata-permata pemimpin yang akan datang. Maka dari itu, pada saat sekarang perlu diisi dengan hal-hal yang positif yang bisa menjadikan modal untuk ke depan,” pungkasnya.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan, Police Expo menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan Polri dengan masyarakat sekaligus meneruskan semangat perjuangan melalui kolaborasi.

    “Semangat juang pahlawan kepolisian di masa lampau kini bertransformasi menjadi semangat kolaborasi. Lewat sinergi yang kokoh antara aparat dan seluruh lapisan warga, kita pastikan keamanan bukan sekadar tugas polisi, melainkan milik bersama. Sesuai dengan tekad yang terus kita gaungkan: Nyago Bumi Sriwijaya, Aman Bae!” tegas Kombes Pol Nandang.

    Melalui Banyuasin Police Expo 2026, Polda Sumsel terus mendorong penguatan sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Sumatera Selatan.

  • Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Ikuti Shalat Istisqa di Griya Agung, Ikhtiar Hadapi Kemarau dan Karhutla

    Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Ikuti Shalat Istisqa di Griya Agung, Ikhtiar Hadapi Kemarau dan Karhutla

    Kapolda Sumsel Ikuti Shalat Istisqa di Griya Agung, Ikhtiar Hadapi Kemarau dan Karhutla

    PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., bersama unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga mengikuti Shalat Istisqa berjamaah di Halaman Griya Agung Palembang, Selasa (25/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun di wilayah Sumatera Selatan.

    Shalat Istisqa dilaksanakan di tengah kondisi musim kemarau yang berpotensi menimbulkan kekeringan sekaligus meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Ikhtiar spiritual tersebut menjadi bagian dari kepedulian bersama menghadapi dampak kondisi cuaca yang terjadi.

    Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan pembukaan dan sambutan Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan Shalat Istisqa berjamaah, ceramah agama, dan doa bersama agar Sumatera Selatan segera memperoleh hujan yang bermanfaat.

    Kapolda Sumsel hadir bersama sejumlah Pejabat Utama Polda Sumsel, di antaranya Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol. Sudrajad Hariwibowo, S.I.K., M.Si., Dir Samapta Polda Sumsel Kombes Pol. Ridwan Raja Dewa, S.I.K., Dir Polairud Polda Sumsel Kombes Pol. Heru Agung Nugroho, S.I.K., Kabid Propam Polda Sumsel Kombes Pol. Raden Azis Safiri, S.I.K., CPHR., Kabid Kum Polda Sumsel Kombes Pol. Sigit Adiwuryanto, S.I.K., serta perwakilan personel Polda Sumsel.

    Shalat Istisqa tersebut diikuti unsur pemerintah daerah, kepolisian, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga sekitar. Seluruh peserta bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun sehingga kondisi kemarau dan berbagai dampaknya dapat segera teratasi.

    Sejumlah pejabat daerah turut hadir, di antaranya Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., perwakilan Pangdam II/Sriwijaya, Kajati Sumsel Nurcahyo, J.M., S.H., M.H., Sekda Prov. Sumsel Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H., Danlanal Palembang Kolonel Laut (P) Arry Hendrawan, M.Tr.Opsla., Danlanud SMH Palembang Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya, M.M.S., Wali Kota Palembang Drs. H. Ratu Dewa, M.Si., para Kepala OPD Provinsi Sumsel, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

    Kebersamaan tersebut mencerminkan kepedulian lintas elemen dalam menghadapi tantangan kekeringan, cuaca ekstrem, dan potensi karhutla. Selain ikhtiar spiritual melalui doa bersama, sinergi seluruh unsur tetap menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai dampak musim kemarau di Sumatera Selatan.

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan keikutsertaan Kapolda Sumsel beserta jajaran dalam Shalat Istisqa merupakan wujud kepedulian Polri terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat.

    “Polri tidak hanya hadir dalam menjaga kamtibmas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar bersama ketika masyarakat menghadapi kondisi seperti musim kemarau dan ancaman karhutla. Semoga doa yang dipanjatkan bersama menjadi ikhtiar agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa manfaat bagi masyarakat Sumatera Selatan,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

    Menurutnya, kebersamaan antara ulama, umara, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam menghadapi berbagai tantangan di daerah. Ikhtiar spiritual tersebut diharapkan berjalan seiring dengan langkah nyata pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengantisipasi dampak musim kemarau.

    Melalui Shalat Istisqa di Griya Agung, jajaran Polda Sumsel bersama Forkopimda dan masyarakat meneguhkan semangat kebersamaan dalam menghadapi kondisi kemarau. Doa bersama tersebut menjadi ikhtiar untuk memohon turunnya hujan yang membawa keberkahan, kesuburan, serta kesejukan bagi Sumatera Selatan dan sekitarnya.

  • Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Ikuti Shalat Istisqa di Griya Agung, Ikhtiar Hadapi Kemarau dan Karhutla

    Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Ikuti Shalat Istisqa di Griya Agung, Ikhtiar Hadapi Kemarau dan Karhutla

    Kapolda Sumsel Ikuti Shalat Istisqa di Griya Agung, Ikhtiar Hadapi Kemarau dan Karhutla

    PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., bersama unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga mengikuti Shalat Istisqa berjamaah di Halaman Griya Agung Palembang, Selasa (25/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun di wilayah Sumatera Selatan.

    Shalat Istisqa dilaksanakan di tengah kondisi musim kemarau yang berpotensi menimbulkan kekeringan sekaligus meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Ikhtiar spiritual tersebut menjadi bagian dari kepedulian bersama menghadapi dampak kondisi cuaca yang terjadi.

    Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan pembukaan dan sambutan Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan Shalat Istisqa berjamaah, ceramah agama, dan doa bersama agar Sumatera Selatan segera memperoleh hujan yang bermanfaat.

    Kapolda Sumsel hadir bersama sejumlah Pejabat Utama Polda Sumsel, di antaranya Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol. Sudrajad Hariwibowo, S.I.K., M.Si., Dir Samapta Polda Sumsel Kombes Pol. Ridwan Raja Dewa, S.I.K., Dir Polairud Polda Sumsel Kombes Pol. Heru Agung Nugroho, S.I.K., Kabid Propam Polda Sumsel Kombes Pol. Raden Azis Safiri, S.I.K., CPHR., Kabid Kum Polda Sumsel Kombes Pol. Sigit Adiwuryanto, S.I.K., serta perwakilan personel Polda Sumsel.

    Shalat Istisqa tersebut diikuti unsur pemerintah daerah, kepolisian, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga sekitar. Seluruh peserta bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun sehingga kondisi kemarau dan berbagai dampaknya dapat segera teratasi.

    Sejumlah pejabat daerah turut hadir, di antaranya Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., perwakilan Pangdam II/Sriwijaya, Kajati Sumsel Nurcahyo, J.M., S.H., M.H., Sekda Prov. Sumsel Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H., Danlanal Palembang Kolonel Laut (P) Arry Hendrawan, M.Tr.Opsla., Danlanud SMH Palembang Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya, M.M.S., Wali Kota Palembang Drs. H. Ratu Dewa, M.Si., para Kepala OPD Provinsi Sumsel, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

    Kebersamaan tersebut mencerminkan kepedulian lintas elemen dalam menghadapi tantangan kekeringan, cuaca ekstrem, dan potensi karhutla. Selain ikhtiar spiritual melalui doa bersama, sinergi seluruh unsur tetap menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai dampak musim kemarau di Sumatera Selatan.

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan keikutsertaan Kapolda Sumsel beserta jajaran dalam Shalat Istisqa merupakan wujud kepedulian Polri terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat.

    “Polri tidak hanya hadir dalam menjaga kamtibmas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar bersama ketika masyarakat menghadapi kondisi seperti musim kemarau dan ancaman karhutla. Semoga doa yang dipanjatkan bersama menjadi ikhtiar agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa manfaat bagi masyarakat Sumatera Selatan,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

    Menurutnya, kebersamaan antara ulama, umara, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam menghadapi berbagai tantangan di daerah. Ikhtiar spiritual tersebut diharapkan berjalan seiring dengan langkah nyata pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengantisipasi dampak musim kemarau.

    Melalui Shalat Istisqa di Griya Agung, jajaran Polda Sumsel bersama Forkopimda dan masyarakat meneguhkan semangat kebersamaan dalam menghadapi kondisi kemarau. Doa bersama tersebut menjadi ikhtiar untuk memohon turunnya hujan yang membawa keberkahan, kesuburan, serta kesejukan bagi Sumatera Selatan dan sekitarnya.

  • Kapolda Sumsel Ikuti Shalat Istisqa di Griya Agung, Ikhtiar Hadapi Kemarau dan Karhutla

    Kapolda Sumsel Ikuti Shalat Istisqa di Griya Agung, Ikhtiar Hadapi Kemarau dan Karhutla

    Kapolda Sumsel Ikuti Shalat Istisqa di Griya Agung, Ikhtiar Hadapi Kemarau dan Karhutla

    PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., bersama unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga mengikuti Shalat Istisqa berjamaah di Halaman Griya Agung Palembang, Selasa (25/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun di wilayah Sumatera Selatan.

    Shalat Istisqa dilaksanakan di tengah kondisi musim kemarau yang berpotensi menimbulkan kekeringan sekaligus meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Ikhtiar spiritual tersebut menjadi bagian dari kepedulian bersama menghadapi dampak kondisi cuaca yang terjadi.

    Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan pembukaan dan sambutan Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan Shalat Istisqa berjamaah, ceramah agama, dan doa bersama agar Sumatera Selatan segera memperoleh hujan yang bermanfaat.

    Kapolda Sumsel hadir bersama sejumlah Pejabat Utama Polda Sumsel, di antaranya Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol. Sudrajad Hariwibowo, S.I.K., M.Si., Dir Samapta Polda Sumsel Kombes Pol. Ridwan Raja Dewa, S.I.K., Dir Polairud Polda Sumsel Kombes Pol. Heru Agung Nugroho, S.I.K., Kabid Propam Polda Sumsel Kombes Pol. Raden Azis Safiri, S.I.K., CPHR., Kabid Kum Polda Sumsel Kombes Pol. Sigit Adiwuryanto, S.I.K., serta perwakilan personel Polda Sumsel.

    Shalat Istisqa tersebut diikuti unsur pemerintah daerah, kepolisian, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga sekitar. Seluruh peserta bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun sehingga kondisi kemarau dan berbagai dampaknya dapat segera teratasi.

    Sejumlah pejabat daerah turut hadir, di antaranya Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., perwakilan Pangdam II/Sriwijaya, Kajati Sumsel Nurcahyo, J.M., S.H., M.H., Sekda Prov. Sumsel Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H., Danlanal Palembang Kolonel Laut (P) Arry Hendrawan, M.Tr.Opsla., Danlanud SMH Palembang Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya, M.M.S., Wali Kota Palembang Drs. H. Ratu Dewa, M.Si., para Kepala OPD Provinsi Sumsel, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

    Kebersamaan tersebut mencerminkan kepedulian lintas elemen dalam menghadapi tantangan kekeringan, cuaca ekstrem, dan potensi karhutla. Selain ikhtiar spiritual melalui doa bersama, sinergi seluruh unsur tetap menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai dampak musim kemarau di Sumatera Selatan.

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan keikutsertaan Kapolda Sumsel beserta jajaran dalam Shalat Istisqa merupakan wujud kepedulian Polri terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat.

    “Polri tidak hanya hadir dalam menjaga kamtibmas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar bersama ketika masyarakat menghadapi kondisi seperti musim kemarau dan ancaman karhutla. Semoga doa yang dipanjatkan bersama menjadi ikhtiar agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa manfaat bagi masyarakat Sumatera Selatan,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

    Menurutnya, kebersamaan antara ulama, umara, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam menghadapi berbagai tantangan di daerah. Ikhtiar spiritual tersebut diharapkan berjalan seiring dengan langkah nyata pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengantisipasi dampak musim kemarau.

    Melalui Shalat Istisqa di Griya Agung, jajaran Polda Sumsel bersama Forkopimda dan masyarakat meneguhkan semangat kebersamaan dalam menghadapi kondisi kemarau. Doa bersama tersebut menjadi ikhtiar untuk memohon turunnya hujan yang membawa keberkahan, kesuburan, serta kesejukan bagi Sumatera Selatan dan sekitarnya.

  • Kapolda Sumsel Tegaskan Pentingnya Kolaborasi dalam Penanganan Karhutla

    Kapolda Sumsel Tegaskan Pentingnya Kolaborasi dalam Penanganan Karhutla

    Tribratanews.polri.go.id – PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Selain melakukan pemadaman terhadap titik api yang masih aktif, langkah pencegahan dan mitigasi di wilayah rawan juga terus dimaksimalkan agar kebakaran tidak meluas maupun muncul di kawasan baru.

    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menyampaikan hal tersebut usai mengikuti kegiatan Salat Istisqa bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di Griya Agung, Palembang, Selasa (25/8/2026).

    Kapolda mengatakan, kolaborasi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam pengendalian Karhutla di Sumatera Selatan. Kerja bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, stakeholder terkait serta masyarakat terus diperkuat dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.

    “Kolaborasinya luar biasa. Pencegahannya kita maksimalkan. Yang masih nyala kita padamkan. Yang di depan kita juga akan kita mitigasi agar jangan sampai terbakar juga,” ujar Kapolda.

    Menurut Kapolda, upaya penanganan dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan pencegahan, pemadaman serta penegakan hukum. Hingga saat ini, sebanyak 17 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam penanganan perkara terkait Karhutla.

    Kapolda juga menyampaikan bahwa terdapat perkara yang telah dituntaskan, sementara sejumlah perkara lainnya masih dalam proses penanganan. Penegakan hukum tersebut tetap berjalan beriringan dengan upaya pencegahan dan penanganan titik api di lapangan.

    “Mudah-mudahan ketika kita sudah berbuat bersama dengan Pak Kajati, dengan Pak Gubernur, semuanya sudah baik,” katanya.

    Di sisi penanganan lapangan, Kapolda menjelaskan masih terdapat kawasan yang membutuhkan perhatian. Karena itu, pemadaman pada lokasi yang masih terdapat titik api serta mitigasi terhadap kawasan yang berpotensi terbakar terus dilakukan bersama seluruh unsur terkait.

    Kegiatan Salat Istisqa yang diikuti Kapolda Sumsel bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama di tengah upaya penanganan Karhutla. Sementara di lapangan, langkah operasional berupa pencegahan, mitigasi, pemadaman dan penegakan hukum terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

    Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan, pengendalian Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat karena pencegahan menjadi salah satu langkah penting untuk menekan munculnya kebakaran baru.

    “Polda Sumsel bersama jajaran akan terus mengoptimalkan langkah pencegahan, pemadaman dan mitigasi, sekaligus melakukan penegakan hukum terhadap perkara Karhutla yang ditangani. Kami juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran,” ujar Nandang.

    Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, stakeholder terkait hingga masyarakat harus terus diperkuat. Partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi mengenai munculnya titik api maupun potensi kebakaran juga diperlukan agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

    Polda Sumsel memastikan pengendalian Karhutla akan terus dilakukan secara terpadu melalui langkah preventif, respons cepat terhadap titik api dan penegakan hukum. Kolaborasi seluruh unsur diharapkan mampu menekan risiko kebakaran sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan di Sumatera Selatan.

  • Karhutla Ditangani Bersama, Kapolda Sumsel Pastikan Pencegahan Terus Dimaksimalkan

    Karhutla Ditangani Bersama, Kapolda Sumsel Pastikan Pencegahan Terus Dimaksimalkan

    Tribratanews.polri.go.id – PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Selain melakukan pemadaman terhadap titik api yang masih aktif, langkah pencegahan dan mitigasi di wilayah rawan juga terus dimaksimalkan agar kebakaran tidak meluas maupun muncul di kawasan baru.

    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menyampaikan hal tersebut usai mengikuti kegiatan Salat Istisqa bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di Griya Agung, Palembang, Selasa (25/8/2026).

    Kapolda mengatakan, kolaborasi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam pengendalian Karhutla di Sumatera Selatan. Kerja bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, stakeholder terkait serta masyarakat terus diperkuat dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.

    “Kolaborasinya luar biasa. Pencegahannya kita maksimalkan. Yang masih nyala kita padamkan. Yang di depan kita juga akan kita mitigasi agar jangan sampai terbakar juga,” ujar Kapolda.

    Menurut Kapolda, upaya penanganan dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan pencegahan, pemadaman serta penegakan hukum. Hingga saat ini, sebanyak 17 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam penanganan perkara terkait Karhutla.

    Kapolda juga menyampaikan bahwa terdapat perkara yang telah dituntaskan, sementara sejumlah perkara lainnya masih dalam proses penanganan. Penegakan hukum tersebut tetap berjalan beriringan dengan upaya pencegahan dan penanganan titik api di lapangan.

    “Mudah-mudahan ketika kita sudah berbuat bersama dengan Pak Kajati, dengan Pak Gubernur, semuanya sudah baik,” katanya.

    Di sisi penanganan lapangan, Kapolda menjelaskan masih terdapat kawasan yang membutuhkan perhatian. Karena itu, pemadaman pada lokasi yang masih terdapat titik api serta mitigasi terhadap kawasan yang berpotensi terbakar terus dilakukan bersama seluruh unsur terkait.

    Kegiatan Salat Istisqa yang diikuti Kapolda Sumsel bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama di tengah upaya penanganan Karhutla. Sementara di lapangan, langkah operasional berupa pencegahan, mitigasi, pemadaman dan penegakan hukum terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

    Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan, pengendalian Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat karena pencegahan menjadi salah satu langkah penting untuk menekan munculnya kebakaran baru.

    “Polda Sumsel bersama jajaran akan terus mengoptimalkan langkah pencegahan, pemadaman dan mitigasi, sekaligus melakukan penegakan hukum terhadap perkara Karhutla yang ditangani. Kami juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran,” ujar Nandang.

    Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, stakeholder terkait hingga masyarakat harus terus diperkuat. Partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi mengenai munculnya titik api maupun potensi kebakaran juga diperlukan agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

    Polda Sumsel memastikan pengendalian Karhutla akan terus dilakukan secara terpadu melalui langkah preventif, respons cepat terhadap titik api dan penegakan hukum. Kolaborasi seluruh unsur diharapkan mampu menekan risiko kebakaran sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan di Sumatera Selatan.

  • Karhutla Ditangani Bersama, Kapolda Sumsel Pastikan Pencegahan Terus Dimaksimalkan

    Karhutla Ditangani Bersama, Kapolda Sumsel Pastikan Pencegahan Terus Dimaksimalkan

     25 August 2026 – 20:49 WIB

    Tribratanews.polri.go.id – PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Selain melakukan pemadaman terhadap titik api yang masih aktif, langkah pencegahan dan mitigasi di wilayah rawan juga terus dimaksimalkan agar kebakaran tidak meluas maupun muncul di kawasan baru. Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menyampaikan hal tersebut usai mengikuti kegiatan Salat Istisqa bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di Griya Agung, Palembang, Selasa (25/8/2026). Kapolda mengatakan, kolaborasi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam pengendalian Karhutla di Sumatera Selatan. Kerja bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, stakeholder terkait serta masyarakat terus diperkuat dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. “Kolaborasinya luar biasa. Pencegahannya kita maksimalkan. Yang masih nyala kita padamkan. Yang di depan kita juga akan kita mitigasi agar jangan sampai terbakar juga,” ujar Kapolda. Menurut Kapolda, upaya penanganan dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan pencegahan, pemadaman serta penegakan hukum. Hingga saat ini, sebanyak 17 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam penanganan perkara terkait Karhutla. Kapolda juga menyampaikan bahwa terdapat perkara yang telah dituntaskan, sementara sejumlah perkara lainnya masih dalam proses penanganan. Penegakan hukum tersebut tetap berjalan beriringan dengan upaya pencegahan dan penanganan titik api di lapangan. “Mudah-mudahan ketika kita sudah berbuat bersama dengan Pak Kajati, dengan Pak Gubernur, semuanya sudah baik,” katanya. Di sisi penanganan lapangan, Kapolda menjelaskan masih terdapat kawasan yang membutuhkan perhatian. Karena itu, pemadaman pada lokasi yang masih terdapat titik api serta mitigasi terhadap kawasan yang berpotensi terbakar terus dilakukan bersama seluruh unsur terkait. Kegiatan Salat Istisqa yang diikuti Kapolda Sumsel bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama di tengah upaya penanganan Karhutla. Sementara di lapangan, langkah operasional berupa pencegahan, mitigasi, pemadaman dan penegakan hukum terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan, pengendalian Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat karena pencegahan menjadi salah satu langkah penting untuk menekan munculnya kebakaran baru. “Polda Sumsel bersama jajaran akan terus mengoptimalkan langkah pencegahan, pemadaman dan mitigasi, sekaligus melakukan penegakan hukum terhadap perkara Karhutla yang ditangani. Kami juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran,” ujar Nandang. Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, stakeholder terkait hingga masyarakat harus terus diperkuat. Partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi mengenai munculnya titik api maupun potensi kebakaran juga diperlukan agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Polda Sumsel memastikan pengendalian Karhutla akan terus dilakukan secara terpadu melalui langkah preventif, respons cepat terhadap titik api dan penegakan hukum. Kolaborasi seluruh unsur diharapkan mampu menekan risiko kebakaran sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan di Sumatera Selatan.