Menko Polkam Djamari Chaniago Seolah Polisi Tidak Melakukan Apa Apa
Menko Polkam Djamari Chaniago membela Polri, menyatakan bahwa meskipun publik sering menganggap polisi tidak melakukan apa-apa,
kenyataannya anggota telah bekerja keras siang malam, bahkan tidak cuti, untuk melayani masyarakat. Sorotan tajam masyarakat kerap mengabaikan dedikasi dan banting tulang aparat di lapangan.
Berikut poin-poin penting terkait narasi tersebut:
Pembelaan Menko Polkam: Djamari menegaskan agar anggota Polri tidak berkecil hati atau kecewa atas anggapan publik dan meminta mereka membuktikannya dengan terus melayani.
Kinerja Dilapangan: Anggota polisi diklaim bekerja tanpa kenal cuti, termasuk saat hari raya, untuk menjaga keamanan.
Konteks Sorotan: Sorotan publik yang deras seolah polisi “tidak becus” atau “tidak bekerja” sering kali didasarkan pada ketidaktahuan atas upaya maksimal yang telah dilakukan.
Pernyataan ini muncul sebagai upaya memberikan dukungan moral kepada institusi Polri di tengah ketatnya pengawasan masyarakat
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan pers di Pangkalan Angkatan Udara Galeao, Rio de Janeiro, Senin (7/7/2025).
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sering berada di garis depan saat banyak kalangan justru mengambil jarak dari polemik kebijakan yang ditetapkan pemerintah. Ia dianggap berani ‘pasang badan’ ketika kritik publik menerpa.
Teddy justru tampil, memberikan pemahaman dan penjelasan mengenai arah dan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Apalagi, pemerintahan telah menegaskan mereka tidak anti terhadap kritik atas kebijakan-kebijakan yang ditempuhnya.
Langkah yang diambil Teddy, ujar pengamat komunikasi politik dan Direktur ksekutif Survei dan Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara memperlihatkan keberanian sekaligus konsistensi menjalankan fungsi Seskab sebagai penghubung antara Presiden dan publik.
‘’Seskab mampu menjalankan fungsinya sebagai mediator kebijakan Presiden ke masyarakat. Itu diapresiasi publik,’’ katanya, Senin (9/3/2026). Teddy, jelas dia, kerap tampil ketika muncul berbagai kritik terkait kebijakan pemerintah.
Contohnya, soal program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Igor, Teddy mampu memberikan penjelasan kepada publik dengan baik. Baginya, langkah Teddy ini merupakan keberanian. Berdiri di ruang publik pada saat pemerintah menjadi target kritik.
“Kehadiran Seskab yang menjelaskan langsung perspektif Presiden membantu publik memahami tujuan kebijakan dengan utuh,” katanya menegaskan.
Dalam konteks ini, komunikasi Teddy terhadap publik bukan sekadar membela administrasi pemerintahan. Lebih jauh, jelas Igor, Teddy menjaga agar visi besar Presiden tidak terdistorsi berbagai narasi yang berkembang di ruang publik.
Teddy pun ia anggap memahami arah kebijakan dan prioritas Presiden sehingga penjelasannya menjadi salah satu rujukan penting dalam memahami posisi resmi pemerintah. Peran Teddy ini penting agar masyarakat tahu gambaran utuh kebijakan Presiden.
Kehadiran Teddy sebagai sosok yang selalu memberikan penjelasan atas visi Presiden, dibutuhkan dalam pemerintahan modern seperti sekarang ini. ‘’Tidak semua pejabat bersedia mengambil peran komunikasi di tengah tekanan kritik publik,’’ ujar Igor.
Igor menyebut, kehadiran Seskab memaparkan penjelasan soal kebijakan pemerintah, ia pandang sebagai bagian untuk meningkatkan transparansi pemerintah.
Komunikasi aktif yang dilakukan Teddy, jelas dia, menggambarkan Seskab tak hanya menjalankan fungsi administratif pemerintahan, juga memainkan peran strategis dalam memastikan pesan dan visi Presiden tersampaikan secara jelas kepada masyarakat.
Apel Di Palembang Kapolri Ajak Ojol Dan Buruh Turut Jaga Persatuan Dan Stabilitas Nasional
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin apel bersama buruh dan ojek online di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (8/3/2026). ANTARA/HO-Divhumas Polri
Jakarta (ANTARA) – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak pengemudi ojek online (ojol) hingga buruh untuk turut menjaga persatuan dan stabilitas nasional dalam merespons dinamika situasi global yang terus memanas.
Dalam apel ojol dan buruh kamtibmas di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sigit menyampaikan bahwa situasi global berpotensi berdampak pada keadaan dalam negeri sehingga seluruh elemen masyarakat harus bersatu padu menjaga persatuan bangsa.
“Dalam situasi seperti ini dibutuhkan kekuatan seluruh elemen bangsa, termasuk buruh dan komunitas ojek online, untuk terus bersatu padu menjaga persatuan dan kesatuan, tidak mudah terprovokasi, serta bersama-sama mengawal stabilitas nasional,” kata Listyo dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Minggu.
Dia menegaskan buruh dan ojol memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional karena menjadi penggerak utama roda produksi yang menopang aktivitas industri dan pembangunan ekonomi.
“Sementara itu, pengemudi ojek online berperan sebagai penghubung antara UMKM dan konsumen, sehingga mendorong perputaran ekonomi, khususnya pada sektor menengah ke bawah,” katanya.
Untuk itu, Kapolri pun menyampaikan bahwa pemerintah terus fokus meningkatkan kesejahteraan buruh, dengan melakukan penyesuaian UMP 2026, memperkuat Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan, serta memastikan manfaat jaminan kecelakaan kerja dapat diakses secara optimal.
Di sisi lain, Sigit menyampaikan bahwa Polri juga menyediakan akses Rumah Sakit Bhayangkara guna mendukung pelayanan kesehatan bagi buruh maupun ojek online.
Ia juga memastikan terus melakukan penguatan Desk Ketenagakerjaan Polri di tingkat Polda hingga Polres.
“Sehingga permasalahan hubungan industrial dan ketenagakerjaan dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat,” katanya.
Untuk melindungi elemen ojol menjadi korban kejahatan, dia juga sudah menginstruksikan kepada jajaran Kapolda untuk menyiapkan aplikasi panic button, dalam rangka mencegah pengemudi ojek online menjadi korban pencurian dan kekerasan alias begal.
“Saya meminta Kapolda segera mempersiapkan aplikasi panic button untuk melindungi dan menjaga rekan-rekan ojek online agar tidak menjadi korban kejahatan di jalanan,” katanya.
Dukung Program Gerakan Indonesia ASRI, Polairud Polda Metro Bersihkan Tempat Ibadah di Jakut
Anggota Ditpolairud Polda Metro Jaya melakukan kegiatan bersih-bersih tempat ibadah. Bersih-bersih dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. (dok Ist)
Anggota Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Metro Jaya melakukan kegiatan bersih-bersih tempat ibadah. Bersih-bersih dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Melaksanakan kegiatan bersih-bersih tempah ibadah dalam rangka melaksanakan program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yakni Gerakan Indonesia ASRI,” kata Dirpolairud Polda Metro Jaya Kombes Mustofa, Senin (23/2/2026).
Gerakan Indonesia ASRI merupakan singkatan dari aman, sehat, rapi, dan indah. Sebanyak 20 personel dengan dipimpin Kasubdit Patroli Ditpolairud Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Helmi Wibowo membersihkan Masjid Jami Nurul Ikhwan Gedung Pompa Penjaringan, Jakut.
Kegiatan bersih-bersih oleh Bhayangkara Jakarta ASRI (Bang Jasri) turut melibatkan pengurus membersihkan Masjid Jami Nurul Ikhwan dan masyarakat sekitar masjid pada sore ini.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Ditpolairud Polda Metro Jaya kepada masyarakat dan mendukung program Bapak Presiden Prabowo Subianto yakni Gerakan Indonesia ASRI oleh Satgas Bang Jasri,” katanya.
Gerakan ASRI dicetuskan Prabowo sebagai sebuah komitmen nasional untuk menjaga kebersihan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, TNI/Polri, dan BUMN. Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo memprioritaskan penanganan sampah dan kebersihan lingkungan.
Presiden Prabowo menegaskan perang terhadap sampah dengan menekankan pendekatan komprehensif, mulai dari gerakan bersih-bersih massal hingga penerapan teknologi ramah lingkungan.
Jemput Bola ke Gudang Sarinah, SKCK Online Keliling Polda Metro Jaya Permudah Warga
Jakarta — Strategi “jemput bola” kembali diterapkan Polda Metro Jaya melalui layanan SKCK Online Keliling. Kali ini, pelayanan hadir langsung di Gudang Sarinah, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (18/2/2026), untuk mendekatkan akses administrasi kepolisian kepada masyarakat.
Salah satu pemohon, Ruli, mengaku terbantu dengan konsep pelayanan yang tidak lagi mengharuskannya datang ke kantor polisi. “Nama saya Rudi, sudah membuat SKCK online. Pelayanannya pas satu hari. Terima kasih untuk Polda, sudah bisa jemput bola. Jadi tidak perlu ke Polda atau ke Polres, cukup dekat kantor saja,” ujarnya.
Pelayanan yang dilaksanakan di kawasan Gudang Sarinah, Cikoko, Pancoran tersebut disambut antusias warga. Selain prosesnya cepat, pemohon juga merasa lebih efisien karena waktu tunggu relatif singkat dan tahapan administrasi telah dilakukan secara daring sebelumnya.
Pamin 1 Sie Yanmin Ditintelkam Polda Metro Jaya, Ipda M. Alghifari, menjelaskan bahwa layanan keliling ini merupakan bentuk transformasi pelayanan publik berbasis teknologi. “Masyarakat cukup mengunduh POLRI Super App, memilih menu SKCK, mengunggah dokumen persyaratan, lalu datang ke lokasi pelayanan untuk verifikasi dan pencetakan,” jelasnya.
Melalui pendekatan jemput bola ini, Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan yang lebih adaptif, efisien, dan transparan. Inovasi tersebut menjadi bagian dari implementasi Polri Presisi dalam mewujudkan pelayanan publik yang modern, responsif, dan semakin dekat dengan masyarakat.
Gerakan “Bang Jasri” Dimulai , Kapolda Metro Jaya Ajak Warga Jadikan Bersih Lingkungan sebagai Budaya
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri memimpin langsung kegiatan bersih-bersih lingkungan bersama Satgas ASRI ‘Bang Jasri’ (Bhayangkara Jakarta ASRI) di kawasan bawah Tol Sungai Bambu, Jakarta Utara, Kamis (19/2/2026). Aksi ini digelar sebagai bentuk komitmen menghadirkan lingkungan yang bersih dan tertata.
Sebanyak 650 personel dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari unsur pemerintah daerah, suku dinas, tokoh agama, tokoh masyarakat, rekan media, influencer, serta personel Polri. Personel tampak membersihkan sampah dan merapikan area bawah tol yang sebelumnya terlihat kurang tertata.
Kapolda mengatakan kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Menurutnya, gerakan bersih lingkungan harus menjadi budaya dan dilakukan secara berkelanjutan.
“Ini bukan kegiatan simbolis. Kita ingin membangun budaya bersih yang dimulai dari lingkungan terdekat. Kalau lingkungan bersih, masyarakat juga nyaman,” ujarya di lokasi.
Program ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait pentingnya kerja bakti dan membangun budaya kebersihan. Selain itu, Kapolri Listyo Sigit Prabowo juga menekankan bahwa gerakan ASRI harus diwujudkan dalam aksi nyata, bukan sekadar slogan.
Irjen Pol Asep menegaskan kegiatan ‘Bang Jasri’ akan dilaksanakan secara rutin dan menyasar berbagai lokasi di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Ia berharap setelah dibersihkan, seluruh elemen masyarakat ikut menjaga kebersihan agar Jakarta semakin asri dan nyaman.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri Pimpin Apel Siaga Kamtibmas Sambut Ramadan
Dok PMJ
Jakarta. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri memimpin Apel Siaga Kamtibmas bertema ‘Jaga Jakarta untuk Indonesia’ menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 H. Irjen Pol. Asep mengatakan, apel siaga ini merupakan upaya Polda Metro Jaya memperkuat kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan ibu kota selama Ramadan.
Dalam kegiatan tersebut, Polda Metro Jaya melibatkan 10.000 orang dari berbagai elemen.
“Pada hari ini melaksanakan Apel Siaga Kamtibmas Jaga Jakarta untuk Indonesia dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Untuk apel pagi ini kita melibatkan 10.000 orang dari berbagai elemen,” jelas Kapolda di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Sabtu (14/2/26).
Kapolda menjelaskan, pelibatan ribuan peserta itu ditujukan untuk memperkuat sinergi dan komitmen bersama agar wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya tetap aman, tertib, damai, serta kondusif. Apel ini juga menjadi pengingat bahwa menjaga ibu kota membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Adapun unsur yang terlibat, mulai dari Ormas dan OKP se-DKI Jakarta, serikat buruh, pelajar, Saka Bhayangkara, komunitas ojek online (ojol), unsur penggerak kamtibmas, hingga komunitas nelayan di Jakarta. Kapolda menegaskan, tema ‘Jaga Jakarta untuk Indonesia’ diambil sebagai komitmen menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum DKI Jakarta, terutama saat masyarakat menjalankan aktivitas ibadah Ramadan, serta kegiatan perekonomian dan sosial yang biasanya meningkat.
“Kami akan terus berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat Jakarta untuk bisa menciptakan Jakarta yang lebih aman dan kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadahnya dengan khusyuk, nyaman, dan tertib,” ujarnya.
Kapolda juga mengajak warga bersama-sama menjaga suasana Ramadan agar tetap teduh dan menenteramkan. Ia mengimbau masyarakat menjaga ketertiban dan toleransi, bijak menerima informasi, tidak mudah terprovokasi, dan mengedepankan musyawarah. Selain itu, Kapolda meminta masyarakat berkoordinasi serta segera melaporkan potensi kejadian kepada pihak keamanan maupun kepolisian setempat.
“Semoga Bulan Suci Ramadan membawa berkah untuk kita semuanya, dan Jakarta senantiasa dalam keadaan aman, tertib, damai, dan kondusif,” jelasnya.