Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. H. Sandi Nugroho Puji Dedikasi Brimob
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. H. Sandi Nugroho menggelar buka puasa bersama keluarga besar Satbrimob Polda Sumsel di Mako Brimob, Selasa (16/3). Momentum ini menjadi bentuk apresiasi pimpinan terhadap dedikasi personel yang menjalankan tugas pengamanan Operasi Ketupat Musi 2026 dan berbagai misi kemanusiaan.
Kapolda memberikan penghargaan khusus bagi personel yang terjun langsung menangani bencana alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain itu, keandalan Mobil Dapur Lapangan Brimob yang sempat ditinjau Presiden RI juga turut dipuji sebagai bukti kesiapan logistik Polri dalam situasi darurat.
Kapolda Sumsel menegaskan pentingnya peran Brimob bagi masyarakat:
“Dedikasi personel Brimob yang turun langsung membantu korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat adalah bukti nyata bahwa Polri selalu hadir untuk masyarakat, tidak hanya dalam tugas keamanan tetapi juga dalam misi kemanusiaan,” ujar Irjen Pol Sandi Nugroho.
Kegiatan ditutup dengan pemberian tali asih kepada purnawirawan dan anak yatim sebagai wujud kebersamaan dan kekuatan moral internal Polda Sumsel.
Bila ada permasalahan dan butuh bantuan Polisi silahkan hubungi :
Polisi: Foto Pelaku Penyiraman Air Keras Rekayasa AI, Buat Kaburkan Penyelidikan
Ditreskrimum Polda Metro Jaya memastikan foto wajah yang beredar di media sosial dan diklaim sebagai terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan, gambar tersebut diduga sengaja disebarkan oleh pelaku atau jaringannya untuk mengaburkan proses penyelidikan polisi.
“Sebagaimana rekan-rekan melihat atau menerima unggahan di media sosial berupa dugaan identitas dan foto-foto pelaku, kami pastikan itu hoaks atau tidak benar. Itu hasil rekayasa Artificial Intelligence (AI),” ujar Iman dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (16/3).
Perbesar
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri (tengah) berbicara pada konferensi pers perkembangan penanganan kasus penyiraman air keras di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (16/3/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Menurut Iman, kemunculan gambar tersebut terjadi setelah rekaman video dari lokasi kejadian perkara (TKP) yang beredar di publik. Video tersebut diduga membuat para pelaku mulai merasa terdesak.
“Dengan beredarnya video TKP ini, para pelaku mulai terlihat panik. Pelaku dan jaringannya berupaya mengaburkan proses penyelidikan dengan menyebarkan gambar atau sketsa hasil rekayasa AI,” katanya.
Polisi menduga, penyebaran gambar tersebut merupakan bagian dari upaya pelaku untuk mengaburkan informasi, arah penyelidikan, serta fakta-fakta hukum yang sedang dikumpulkan oleh penyidik.
Karena itu, Iman mengimbau masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial terkait identitas pelaku.
Perbesar
Suasana konferensi pers perkembangan penanganan kasus penyiraman air keras di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (16/3/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Polda Metro Jaya masih terus mengumpulkan bukti, termasuk menganalisis rekaman CCTV di sejumlah titik yang diduga dilalui para pelaku.
“Kami sedang menelusuri tangkapan gambar CCTV di sepanjang jalur yang diduga digunakan sebagai rute keberangkatan maupun kembalinya para terduga pelaku,” ujarnya.
Iman menambahkan, pihaknya berharap dalam beberapa hari ke depan dapat menyampaikan perkembangan terbaru terkait hasil penyelidikan kasus tersebut.
Perbesar
Sket TKP Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus Yang Ditampilkan Pihak Kepolisian di Polda Metro Jaya pada Senin (16/3). Foto: Ryan Iqbal/kumparan
Peristiwa penyiraman air keras itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, Andrie baru menghadiri acara podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor YLBHI.
Berdasarkan informasi yang dihimpun KontraS, peristiwa bermula saat Andrie sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I–Talang. Tiba-tiba, dua pelaku yang berboncengan motor matik – diduga Honda Beat – datang dari arah berlawanan.
Ciri-ciri pelaku yang teridentifikasi: pelaku pertama (pengemudi) mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan helm hitam. Sementara pelaku kedua (penumpang) menggunakan masker penutup wajah berwarna hitam, kaus biru tua, dan celana panjang biru berbahan jeans yang dilipat pendek.
Polda Metro Usut Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
JAKARTA – Kepolisian Daerah Metro Jaya menyatakan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus penyiraman cairan yang diduga air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Aparat kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku di balik peristiwa tersebut.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengatakan tim penyelidik sedang bekerja secara intensif di lapangan untuk mengumpulkan bukti dan mengidentifikasi pelaku.
“Fokus utama Kepolisian adalah mengungkap identitas serta menangkap pelaku di balik aksi kriminal yang mencederai demokrasi tersebut melalui pendekatan scientific crime investigation,” ujar Budi dikutip dalam keterangannya, Minggu (15/3/2026).
Menurut Budi, Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri telah memberikan perhatian khusus terhadap kasus tersebut. Ia menyebutkan bahwa pimpinan kepolisian meminta agar penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dengan analisis berbasis sains kriminalitas.
Tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya saat ini menangani proses penyelidikan. Kepolisian juga meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada tim untuk bekerja secara maksimal dalam mengungkap kasus tersebut.
“Mari kita beri ruang kepada tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk bekerja cepat segera mengungkap dan menangkap pelakunya,” katanya.
Selain melakukan penyelidikan, Polda Metro Jaya juga membuka posko pengaduan khusus bagi masyarakat yang ingin melaporkan gangguan atau tindakan kekerasan terhadap aktivis. Posko tersebut berada di lobi Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Pihak kepolisian juga menyediakan layanan pelaporan melalui Call Center 110 serta hotline di nomor 0812-8559-9191 yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam.
Budi mengajak masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut untuk segera melapor kepada pihak kepolisian. Ia menegaskan bahwa identitas pelapor akan dijaga kerahasiaannya.
Baca Juga :Rokhmat Ardiyan: Pertamina Diminta Perkuat Storage BBM demi Ketahanan Energi Nasional
“Kepada seluruh saksi yang mendengar, melihat, mengetahui atau mengalami langsung kejadian ini, kami mohon bantuannya untuk memberikan informasi kepada kami,” katanya.
Polda Metro Jaya juga memastikan perlindungan bagi setiap saksi yang memberikan keterangan dalam proses penyelidikan. Kepolisian menyatakan akan menjalankan penanganan perkara secara profesional, proporsional, dan akuntabel.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan pengusutan tuntas kasus penyiraman terhadap Andrie Yunus.
Pernyataan tersebut disampaikan Kapolri saat meninjau situasi di Stasiun Surabaya Gubeng, Minggu.
“Jadi terkait perkembangan penyiraman aktivis, saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional dan transparan,” kata Listyo Sigit.
Kapolri menjelaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan menggunakan metode scientific crime investigation guna memastikan setiap tahapan penanganan perkara dilakukan secara objektif berdasarkan bukti yang ada.
Ia juga menyebutkan bahwa kepolisian sedang mengumpulkan berbagai informasi terkait peristiwa tersebut untuk dianalisis lebih lanjut.
“Saat ini kami sedang melakukan pengumpulan informasi dan informasi tersebut nantinya akan kita dalami satu per satu,” katanya.
Polda Metro Jaya Janji Dan Komitmen Bakal Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras
JAKARTA – Kepolisian Daerah Metro Jaya menyatakan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus penyiraman cairan yang diduga air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Aparat kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku di balik peristiwa tersebut.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengatakan tim penyelidik sedang bekerja secara intensif di lapangan untuk mengumpulkan bukti dan mengidentifikasi pelaku.
“Fokus utama Kepolisian adalah mengungkap identitas serta menangkap pelaku di balik aksi kriminal yang mencederai demokrasi tersebut melalui pendekatan scientific crime investigation,” ujar Budi dikutip dalam keterangannya, Minggu (15/3/2026).
Menurut Budi, Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri telah memberikan perhatian khusus terhadap kasus tersebut. Ia menyebutkan bahwa pimpinan kepolisian meminta agar penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dengan analisis berbasis sains kriminalitas.
Tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya saat ini menangani proses penyelidikan. Kepolisian juga meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada tim untuk bekerja secara maksimal dalam mengungkap kasus tersebut.
“Mari kita beri ruang kepada tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk bekerja cepat segera mengungkap dan menangkap pelakunya,” katanya.
Selain melakukan penyelidikan, Polda Metro Jaya juga membuka posko pengaduan khusus bagi masyarakat yang ingin melaporkan gangguan atau tindakan kekerasan terhadap aktivis. Posko tersebut berada di lobi Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Pihak kepolisian juga menyediakan layanan pelaporan melalui Call Center 110 serta hotline di nomor 0812-8559-9191 yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam.
Budi mengajak masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut untuk segera melapor kepada pihak kepolisian. Ia menegaskan bahwa identitas pelapor akan dijaga kerahasiaannya.
Baca Juga :Rokhmat Ardiyan: Pertamina Diminta Perkuat Storage BBM demi Ketahanan Energi Nasional
“Kepada seluruh saksi yang mendengar, melihat, mengetahui atau mengalami langsung kejadian ini, kami mohon bantuannya untuk memberikan informasi kepada kami,” katanya.
Polda Metro Jaya juga memastikan perlindungan bagi setiap saksi yang memberikan keterangan dalam proses penyelidikan. Kepolisian menyatakan akan menjalankan penanganan perkara secara profesional, proporsional, dan akuntabel.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan pengusutan tuntas kasus penyiraman terhadap Andrie Yunus.
Pernyataan tersebut disampaikan Kapolri saat meninjau situasi di Stasiun Surabaya Gubeng, Minggu.
“Jadi terkait perkembangan penyiraman aktivis, saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional dan transparan,” kata Listyo Sigit.
Kapolri menjelaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan menggunakan metode scientific crime investigation guna memastikan setiap tahapan penanganan perkara dilakukan secara objektif berdasarkan bukti yang ada.
Ia juga menyebutkan bahwa kepolisian sedang mengumpulkan berbagai informasi terkait peristiwa tersebut untuk dianalisis lebih lanjut.
“Saat ini kami sedang melakukan pengumpulan informasi dan informasi tersebut nantinya akan kita dalami satu per satu,” katanya.
Polda Metro Jaya Buka Posko Pengaduan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis
Rakyat Merdeka – Polda Metro Jaya membuka posko pengaduan khusus untuk mempercepat pengungkapan kasus penyiraman cairan berbahaya terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus.
Penanganan perkara ini menjadi prioritas utama aparat kepolisian guna memastikan rasa keadilan bagi masyarakat.
Ditemui di Pos Pengamanan Operasi Ketupat, Minggu (15/3/2026), Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengatakan penyelidik saat ini bekerja intensif di lapangan untuk mengungkap identitas pelaku.
Menurutnya, penyelidikan dilakukan dengan pendekatan scientific crime investigation guna memastikan proses pengungkapan berjalan akurat dan profesional.
“Kapolda Metro Jaya telah memberikan atensi khusus agar peristiwa penyiraman cairan berbahaya kepada rekan aktivis ini menjadi prioritas utama. Kami sedang melakukan analisis mendalam berbasis sains kriminalitas,” ujar Budi Hermanto.
Ia menambahkan, tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya terus bekerja untuk segera mengungkap dan menangkap pelaku.
Sebagai langkah konkret menindaklanjuti arahan Kapolri, Polda Metro Jaya mendirikan Posko Pengaduan khusus terkait gangguan terhadap aktivis.
Posko tersebut berada di lobi Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Selain layanan tatap muka, kepolisian juga membuka jalur pengaduan melalui Call Center 110 serta nomor hotline 0812-8559-9191 yang dapat dihubungi masyarakat kapan saja.
Polda Metro Jaya juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif membantu proses penyelidikan dengan memberikan informasi terkait peristiwa tersebut.
“Kepada seluruh saksi yang mendengar, melihat, mengetahui, atau mengalami langsung kejadian ini, kami mohon bantuannya untuk memberikan informasi kepada kami. Kami menjamin perlindungan serta kerahasiaan identitas setiap saksi,” tuturnya.
Polda Metro Jaya menegaskan akan menangani kasus ini secara profesional, proporsional, dan akuntabel.
Penanganan perkara tersebut juga menjadi bukti komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada seluruh warga negara, termasuk para aktivis, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Polda Metro Jaya Buka Posko Pengaduan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis
Rakyat Merdeka – Polda Metro Jaya membuka posko pengaduan khusus untuk mempercepat pengungkapan kasus penyiraman cairan berbahaya terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus.
Penanganan perkara ini menjadi prioritas utama aparat kepolisian guna memastikan rasa keadilan bagi masyarakat.
Ditemui di Pos Pengamanan Operasi Ketupat, Minggu (15/3/2026), Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengatakan penyelidik saat ini bekerja intensif di lapangan untuk mengungkap identitas pelaku.
Menurutnya, penyelidikan dilakukan dengan pendekatan scientific crime investigation guna memastikan proses pengungkapan berjalan akurat dan profesional.
“Kapolda Metro Jaya telah memberikan atensi khusus agar peristiwa penyiraman cairan berbahaya kepada rekan aktivis ini menjadi prioritas utama. Kami sedang melakukan analisis mendalam berbasis sains kriminalitas,” ujar Budi Hermanto.
Ia menambahkan, tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya terus bekerja untuk segera mengungkap dan menangkap pelaku.
Sebagai langkah konkret menindaklanjuti arahan Kapolri, Polda Metro Jaya mendirikan Posko Pengaduan khusus terkait gangguan terhadap aktivis.
Posko tersebut berada di lobi Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Selain layanan tatap muka, kepolisian juga membuka jalur pengaduan melalui Call Center 110 serta nomor hotline 0812-8559-9191 yang dapat dihubungi masyarakat kapan saja.
Polda Metro Jaya juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif membantu proses penyelidikan dengan memberikan informasi terkait peristiwa tersebut.
“Kepada seluruh saksi yang mendengar, melihat, mengetahui, atau mengalami langsung kejadian ini, kami mohon bantuannya untuk memberikan informasi kepada kami. Kami menjamin perlindungan serta kerahasiaan identitas setiap saksi,” tuturnya.
Polda Metro Jaya menegaskan akan menangani kasus ini secara profesional, proporsional, dan akuntabel.
Penanganan perkara tersebut juga menjadi bukti komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada seluruh warga negara, termasuk para aktivis, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Narasi Media : Pastikan Lebaran Aman, Polresta Banyuwangi bersama Forkopimda Musnahkan Ribuan Miras dan Knalpot Brong Hasil Ops Pekat Semeru 2026
BANYUWANGI – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi mempertegas komitmennya dalam menjaga kesucian bulan Ramadhan dan kenyamanan mudik Lebaran melalui rilis hasil Operasi Pekat Semeru 2026 serta upaya Cipta Kondisi menjelang libur panjang Idulfitri 1447 H. Dalam kegiatan yang digelar pada Kamis (12/03/2026), Polresta Banyuwangi memaparkan keberhasilan mengungkap puluhan kasus kriminalitas sekaligus melakukan pemusnahan barang bukti skala besar.
Operasi yang berlangsung selama 12 hari (25 Februari – 8 Maret 2026) ini bertujuan untuk memberantas segala bentuk penyakit masyarakat agar situasi keamanan dan ketertiban (sitkamtibmas) tetap kondusif. Hasilnya sangat signifikan, yakni pengungkapan 59 Laporan Polisi (LP) dengan total 61 tersangka.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., didampingi oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Banyuwangi dan instansi terkait, memimpin langsung prosesi pemusnahan barang bukti yang menjadi atensi publik.
“Operasi Pekat dan upaya Cipta Kondisi ini kami lakukan agar masyarakat Banyuwangi dapat menjalankan ibadah serta merayakan libur Idulfitri dengan rasa aman. Kami tidak ingin ada gangguan dari peredaran miras, narkoba, maupun aksi kriminalitas lainnya yang meresahkan,” tegas Kapolresta Banyuwangi.
Berdasarkan data, rincian kasus yang berhasil diungkap meliputi:
1. Minuman Keras Ilegal/Oplosan: 23 laporan dengan 23 tersangka.
2. Perjudian: 19 laporan dengan 19 tersangka.
3. Narkoba dan Okerbaya: 15 laporan dengan 16 tersangka.
4. Premanisme : 1 laporan dengan 2 tersangka.
5. Prostitusi : 1 laporan dengan 1 tersangka.
Barang bukti yang dimusnahkan dalam momen tersebut sangat masif, di antaranya 15.668 liter miras jenis arak dan 1.080 botol miras bermerek. Selain itu, turut dimusnahkan puluhan knalpot brong hasil penertiban lalu lintas, yang selama ini menjadi keluhan utama warga karena suara bising yang mengganggu ketenangan lingkungan.
Sinergi antara Polri dan pemerintah daerah terlihat jelas saat jajaran Forkopimda ikut serta secara simbolis dalam pemusnahan miras dan pemotongan knalpot brong. Langkah ini merupakan bentuk dukungan penuh stakeholder Banyuwangi terhadap langkah tegas kepolisian.
Di sisi lain, dari tangan para pelaku narkoba, petugas menyita 203 paket sabu (berat bersih 62,84 gram), 1 paket ekstasi berisi 2 butir, serta 8.361 butir pil Trihexyphenidyl. Polisi juga mengamankan aset pendukung kejahatan berupa 32 unit ponsel, 5 unit sepeda motor, 1 unit mobil Toyota Kijang Innova, uang tunai senilai Rp3.793.000,-, 1 baju warna hitam IPSI, dan 286 barang bukti lainnya.
“Cipta Kondisi ini akan terus berlanjut melalui Operasi Ketupat Semeru untuk mengawal arus mudik. Kami mengimbau masyarakat untuk menjauhi penyakit masyarakat dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan masing-masing demi Idulfitri yang penuh berkah,” pungkas Kapolresta Banyuwangi. (*)
Gubernur Sumsel Apresiasi Ide Kapolda dalam Gerakan Pangan Murah
Palembang – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Kapolda Sumsel dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Polri Serentak yang digelar di Halaman Perum Bulog Gudang Sukamaju, Kecamatan Sako, Kota Palembang, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri Kapolda Sumsel beserta jajaran pejabat utama Polda Sumsel, unsur Forkopimda, serta pimpinan instansi terkait.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Staf Ahli Pangdam II/Sriwijaya Kolonel Caj. Kiagus Muhammad Mukhtar A, Asintel Kejati Sumsel Totok Bambang Sapto Dwidjo, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumsel Babel Mersi Windrayani, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Dalam sambutannya, Kapolda Sumsel menegaskan bahwa pangan bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan kebutuhan dasar masyarakat yang sangat menentukan stabilitas kehidupan sosial.
Menurutnya, ketersediaan pangan yang cukup dan harga yang terjangkau memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolda menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah Polri dilaksanakan secara serentak secara nasional, sementara untuk wilayah Sumatera Selatan dipusatkan di Gudang Bulog Sukamaju Palembang serta dilaksanakan secara bersamaan di 17 kabupaten/kota melalui jajaran Polres dan Polresta.
Pada pelaksanaan tahun 2026, Polda Sumsel menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah di 47 titik lokasi yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan dengan total penyaluran sekitar 135,5 ton beras, yang diperkirakan akan memberikan manfaat langsung kepada sekitar 20.325 masyarakat.
Kapolda menegaskan bahwa program Gerakan Pangan Murah ini akan terus diperkuat dan ditingkatkan pelaksanaannya pada tahun 2026 sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Momen Khusyuk Kapolda Sumsel & UAS di Masjid Assa’adah
Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Assa’adah Mapolda Sumsel pada Jumat (13/3) hari ini. Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho bersama jajaran personel melaksanakan Shalat Jumat dengan khatib istimewa, Ustaz Abdul Somad (UAS).
Dalam khutbahnya, UAS memberikan pesan spiritual yang mendalam bagi seluruh keluarga besar Polri. Beliau menegaskan bahwa profesi kepolisian merupakan ladang ibadah yang luar biasa jika dijalankan dengan niat ikhlas dan penuh tanggung jawab.
“Jabatan adalah amanah. Kekuasaan bukan untuk disalahgunakan, tetapi untuk menegakkan keadilan,” tegas Ustaz Abdul Somad dalam khutbahnya.
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho, pun mengamini bahwa seragam yang dikenakan personel Polri adalah amanah yang harus menjadi sarana pelayanan terbaik bagi masyarakat dan negara.
“Seragam yang kami kenakan adalah amanah. Tugas yang kami jalankan harus menjadi ladang ibadah untuk melayani masyarakat dan negara,” ujar Sandi Nugroho.
Momentum ini menjadi kunci penguatan mental bagi personel menjelang Operasi Ketupat Musi 2026. Penguatan spiritual menjadi kunci penting bagi personel agar tetap profesional, jujur, dan humanis.
Bila ada permasalahan dan butuh bantuan Polisi silahkan hubungi :
Menjemput Kemuliaan dalam Pengabdian: Momen Khusyuk Kapolda Sumsel & UAS di Masjid Assa’adah
Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Assa’adah Mapolda Sumsel pada Jumat (13/3) hari ini. Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho bersama jajaran personel melaksanakan Shalat Jumat dengan khatib istimewa, Ustaz Abdul Somad (UAS).
Dalam khutbahnya, UAS memberikan pesan spiritual yang mendalam bagi seluruh keluarga besar Polri. Beliau menegaskan bahwa profesi kepolisian merupakan ladang ibadah yang luar biasa jika dijalankan dengan niat ikhlas dan penuh tanggung jawab.
“Jabatan adalah amanah. Kekuasaan bukan untuk disalahgunakan, tetapi untuk menegakkan keadilan,” tegas Ustaz Abdul Somad dalam khutbahnya.
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho, pun mengamini bahwa seragam yang dikenakan personel Polri adalah amanah yang harus menjadi sarana pelayanan terbaik bagi masyarakat dan negara.
“Seragam yang kami kenakan adalah amanah. Tugas yang kami jalankan harus menjadi ladang ibadah untuk melayani masyarakat dan negara,” ujar Sandi Nugroho.
Momentum ini menjadi kunci penguatan mental bagi personel menjelang Operasi Ketupat Musi 2026. Penguatan spiritual menjadi kunci penting bagi personel agar tetap profesional, jujur, dan humanis.
Bila ada permasalahan dan butuh bantuan Polisi silahkan hubungi :