Category: Blog

Your blog category

  • Gerakan Asri Polda Sumsel: Kapolda Sumsel Ajak Personel Jadikan Kebersihan Budaya Bersama

    Gerakan Asri Polda Sumsel: Kapolda Sumsel Ajak Personel Jadikan Kebersihan Budaya Bersama

    Gerakan Asri Polda Sumsel: Kapolda Ajak Personel Jadikan Kebersihan Budaya Bersama

    Kapolda Sumsel Turun Langsung, Gerakan Asri Bersihkan Komplek Pakri Palembang–

    Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menggelar Gerakan Asri.

    Gerakan ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

    Gerakan ASRI tersebut berlangsung di Komplek Pakri, Palembang, Selasa (22 September 2026).

    Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. memimpin langsung kegiatan yang diikuti personel Polda Sumsel.

    Dalam aksi tersebut, Kapolda bersama anggota turun ke lapangan untuk membersihkan sejumlah area sekaligus melakukan penataan lingkungan.

    Kegiatan dilakukan secara gotong royong dengan menyasar sampah dan sejumlah bagian kawasan yang membutuhkan penataan.

    Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman, Gerakan Asri menjadi momentum untuk membangun kebiasaan menjaga kebersihan secara konsisten.

    Kapolda Sumsel mengatakan, kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dan tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak tertentu.

    “Gerakan Asri ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan. Menjaga kebersihan bukan hanya tugas satu pihak, tetapi tanggung jawab bersama. Kita ingin menumbuhkan kebiasaan untuk peduli dan menjaga lingkungan mulai dari sekitar kita sendiri,” ujar Kapolda Sumsel.

    Menurut Kapolda Sandi Nugroho, lingkungan yang tertata dan bersih dapat memberikan rasa nyaman sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang lebih sehat bagi masyarakat.

    Karena itu, Polri dinilai perlu mengambil bagian dalam mendorong kesadaran masyarakat melalui kegiatan yang memiliki manfaat langsung.

    “Polri harus hadir dengan memberikan manfaat. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin membangun semangat gotong royong sekaligus memberikan contoh bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan,” tambahnya.

    Gerakan Asri juga menjadi bagian dari kegiatan kemasyarakatan yang dilakukan personel kepolisian di luar tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban.

    Keterlibatan anggota dalam aksi lingkungan diharapkan dapat memperkuat interaksi positif dengan masyarakat sekaligus mendorong partisipasi dalam menjaga kebersihan kawasan.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. mengatakan, Gerakan Asri membawa pesan mengenai pentingnya kebersamaan dalam menjaga lingkungan.

    “Gerakan Asri tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih, tetapi juga menjadi ajakan kepada elemen masyarakat untuk membangun kesadaran bersama. Lingkungan yang bersih dan nyaman akan tercipta apabila kepedulian tersebut menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Nandang.

    Ia menambahkan, Polda Sumsel terus mendorong berbagai kegiatan positif yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat serta memberikan manfaat bagi lingkungan.

    Melalui kegiatan tersebut, Polda Sumsel berharap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Gerakan Asri diharapkan turut mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan tertata di wilayah Sumatera Selatan.

  • Gerakan Asri Polda Sumsel: Kapolda Ajak Personel Jadikan Kebersihan Budaya Bersama

    Gerakan Asri Polda Sumsel: Kapolda Ajak Personel Jadikan Kebersihan Budaya Bersama

    Gerakan Asri Polda Sumsel: Kapolda Ajak Personel Jadikan Kebersihan Budaya Bersama

    Kapolda Sumsel Turun Langsung, Gerakan Asri Bersihkan Komplek Pakri Palembang–

    Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menggelar Gerakan Asri.

    Gerakan ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

    Gerakan ASRI tersebut berlangsung di Komplek Pakri, Palembang, Selasa (22 September 2026).

    Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. memimpin langsung kegiatan yang diikuti personel Polda Sumsel.

    Dalam aksi tersebut, Kapolda bersama anggota turun ke lapangan untuk membersihkan sejumlah area sekaligus melakukan penataan lingkungan.

    Kegiatan dilakukan secara gotong royong dengan menyasar sampah dan sejumlah bagian kawasan yang membutuhkan penataan.

    Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman, Gerakan Asri menjadi momentum untuk membangun kebiasaan menjaga kebersihan secara konsisten.

    Kapolda Sumsel mengatakan, kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dan tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak tertentu.

    “Gerakan Asri ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan. Menjaga kebersihan bukan hanya tugas satu pihak, tetapi tanggung jawab bersama. Kita ingin menumbuhkan kebiasaan untuk peduli dan menjaga lingkungan mulai dari sekitar kita sendiri,” ujar Kapolda Sumsel.

    Menurut Kapolda Sandi Nugroho, lingkungan yang tertata dan bersih dapat memberikan rasa nyaman sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang lebih sehat bagi masyarakat.

    Karena itu, Polri dinilai perlu mengambil bagian dalam mendorong kesadaran masyarakat melalui kegiatan yang memiliki manfaat langsung.

    “Polri harus hadir dengan memberikan manfaat. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin membangun semangat gotong royong sekaligus memberikan contoh bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan,” tambahnya.

    Gerakan Asri juga menjadi bagian dari kegiatan kemasyarakatan yang dilakukan personel kepolisian di luar tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban.

    Keterlibatan anggota dalam aksi lingkungan diharapkan dapat memperkuat interaksi positif dengan masyarakat sekaligus mendorong partisipasi dalam menjaga kebersihan kawasan.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. mengatakan, Gerakan Asri membawa pesan mengenai pentingnya kebersamaan dalam menjaga lingkungan.

    “Gerakan Asri tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih, tetapi juga menjadi ajakan kepada elemen masyarakat untuk membangun kesadaran bersama. Lingkungan yang bersih dan nyaman akan tercipta apabila kepedulian tersebut menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Nandang.

    Ia menambahkan, Polda Sumsel terus mendorong berbagai kegiatan positif yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat serta memberikan manfaat bagi lingkungan.

    Melalui kegiatan tersebut, Polda Sumsel berharap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Gerakan Asri diharapkan turut mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan tertata di wilayah Sumatera Selatan.

  • Polda Metro Siapkan 12.261 personel keamanan kawal pilkades serentak di Kabupaten Bekasi

    Polda Metro Siapkan 12.261 personel keamanan kawal pilkades serentak di Kabupaten Bekasi

    Kabupaten Bekasi (ANTARA) – Sekitar 12.261 personel keamanan gabungan diterjunkan untuk mengawal pemungutan suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di 154 desa se-Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (20/9).

    Seluruh personel yang terdiri atas kepolisian, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja hingga Linmas dan Babinsa mulai menempati titik pengamanan melalui apel pergeseran pasukan operasi kode sandi Wibawa Mukti Jaya 2026 dalam rangka pengamanan Pilkades Serentak 2026.

    “Seluruh personel mulai digeser ke lokasi tempat pemungutan suara (TPS) sejak hari ini. Mereka ditargetkan sudah menempati titik pengamanan masing-masing sebelum proses pencoblosan dimulai,” kata Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Polisi Andi Oddang Riuh Hutomo usai apel pergeseran pasukan di Central Park Meikarta, Bekasi, Sabtu.

    Kapolres mengatakan kekuatan pengamanan dalam jumlah besar tersebut merupakan langkah antisipasi agar seluruh tahapan pemungutan suara berjalan aman dan kondusif sekaligus sebagai wujud kesiapsiagaan menyukseskan pesta demokrasi rakyat di tingkat desa tersebut.

    “Polisi tidak ingin meremehkan sedikit pun potensi gangguan yang dapat muncul di lapangan. Ini sesuai atensi Bapak Metro 1, kita maksimal pengamanan, menjaga stabilitas agar tetap kondusif,” ujarnya.

    Kapolres melanjutkan berdasarkan hasil pemetaan intelijen, sebanyak 3.107 TPS masuk kategori aman dan 112 TPS kategori rawan.

    Sementara sembilan TPS yang terdiri atas tiga titik di Kecamatan Tambun Selatan serta enam titik di Cikarang Utara masuk kategori sangat rawan.

    Penentuan kategori mempertimbangkan hasil pemetaan ditambah pengalaman pemilihan sebelumnya, potensi gesekan hingga kedekatan lokasi TPS dengan pasangan calon tertentu, meski potensi kerawanan masih bersifat dinamis.

    Untuk TPS rawan, kata Kapolres, pihaknya menebalkan pengamanan dengan menugaskan 10 personel kepolisian serta delapan anggota Linmas untuk satu TPS, sementara untuk titik pemungutan suara dinilai aman hanya dijaga lima anggota kepolisian serta delapan Linmas per empat TPS.

    Selain menjaga keamanan dan ketertiban saat pemungutan suara, para personel yang digeser sejak hari ini juga diminta untuk melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat serta mengantisipasi proses pergeseran dan distribusi kotak suara menuju TPS.

    Andi Oddang menambahkan kondisi Kabupaten Bekasi hingga H-1 pemungutan suara pilkades masih relatif kondusif.

    Namun, polisi mencatat sejumlah dinamika, terutama terkait ketidakpuasan bakal calon atau pihak tertentu yang tidak lolos dalam tahapan seleksi.

    Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar mewaspadai situasi setelah pemungutan suara, terutama saat penghitungan suara dan ketika terdapat calon maupun simpatisan yang tidak menerima hasil pemilihan.

    “Yang pasti harus diperhatikan terkait hasil penghitungan, kemudian tidak terima kekalahan. Kemarin kita sudah deklarasi bersama, harapan saya ini dapat dipatuhi dan dilaksanakan oleh masing-masing pasangan calon berikut para simpatisan,” katanya

  • Pilkades Serentak Digelar di 154 Desa Bekasi Hari Ini, Polda Metro Jaya Ikut Amankan

    Pilkades Serentak Digelar di 154 Desa Bekasi Hari Ini, Polda Metro Ikut Amankan

    Pilkades Serentak Digelar di 154 Desa Bekasi Hari Ini, Polda Metro Ikut Amankan
    Ilustrasi pilkades (Dok. istimewa)

    Polda Metro Jaya turut mengamankan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang berlangsung di 154 desa di Kabupaten Bekasi pada Minggu (20/9/2026) hari ini. Pengamanan dilakukan melalui Polres Metro Bekasi bersama unsur terkait.

    Pola pengamanan disesuaikan dengan kondisi dan tingkat kerawanan masing-masing wilayah.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto meminta para calon, pendukung dan masyarakat menghormati seluruh tahapan Pilkades serta tetap menjaga persaudaraan.

    “Kami mengajak seluruh pihak menunjukkan sikap siap menang dan siap kalah serta tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai pemicu perselisihan,” kata Budi dalam keterangannya.

    Masyarakat juga diimbau menghindari provokasi, intimidasi, ancaman, maupun tindakan yang dapat mengganggu keamanan. Apabila terdapat keberatan, penyelesaiannya diharapkan ditempuh melalui mekanisme yang berlaku.

    Budi menekankan, personel kepolisian akan memakai pendekatan humanis. Aparat kepolisian yang melakukan pengamanan tidak diperbolehkan membawa senjata api.

    “Personel diarahkan mengedepankan pendekatan humanis dan profesional selama pengamanan. Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga situasi agar seluruh tahapan Pilkades berjalan aman dan tertib,” kata Budi.

  • Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran Narkoba di Jakbar, Sita 62,5 Kg Ganja

    Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran Narkoba di Jakbar, Sita 62,5 Kg Ganja

    Jakarta – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap kasus peredaran narkotika jenis ganja seberat 62,5 kilogram di wilayah Petamburan, Jakarta Barat (Jakbar). Polisi mengamankan dua pria dalam pengungkapan tersebut. Pengungkapan ini dilakukan oleh Ditresnarkoba Polda Metro Jaya sekitar pukul 11.30 WIB pada Kamis (17/9/2026). Dua pria yang diamankan berinisial PP (37) dan AA (62).

    “Keduanya ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan berdasarkan informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran narkotika di kawasan Petamburan,” kata Kanit Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro JayaAKBP Triyatno Pamungkas dalam keterangannya, Sabtu (19/9/2026).

    Dari hasil penggeledahan, Triyanto mengatakan petugas menemukan barang bukti berupa 59 bungkus ganja yang dikemas dalam kotak dan dilakban berwarna cokelat. Barang bukti tersebut disimpan di dalam tiga karung putih dengan total berat bruto mencapai 62.535 gram atau sekitar 62,5 kilogram.

    “Kami berhasil mengungkap peredaran tindak pidana narkotika jenis ganja seberat 62,5 kilogram di wilayah Petamburan, Jakarta Barat. Dan mengamankan 2 orang pria berinisial PP 37 tahun dan AA 63 tahun,” ujarnya.

    Selain ganja, polisi juga mengamankan tiga buah lakban cokelat, satu buah cutter, serta dua unit telepon seluler milik PP dan AA yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika. Kedua pelaku mengaku sudah melakukan transaksi sebanyak 5 kali.

    “Dari tangan pelaku, kami berhasil menyita dan mengamankan 3 karung putih yang di dalam nya terdapat total 59 pak yang dilakban cokelat dengan berat keseluruhan adalah 62.535 gram atau 62,5 kilogram narkotika jenis ganja serta 2 buah handphone yang dipergunakan untuk transaksi narkotika,” ujarnya.

    “Dari keterangan yang diberikan oleh para pelaku mengakui sudah 5 kali melakukan transaksi narkotika jenis ganja,” lanjutnya.

  • Polda Metro Gagalkan Peredaran Narkoba di Jakbar, Sita 62,5 Kg Ganja

    Polda Metro Gagalkan Peredaran Narkoba di Jakbar, Sita 62,5 Kg Ganja

    Jakarta – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap kasus peredaran narkotika jenis ganja seberat 62,5 kilogram di wilayah Petamburan, Jakarta Barat (Jakbar). Polisi mengamankan dua pria dalam pengungkapan tersebut. Pengungkapan ini dilakukan oleh Ditresnarkoba Polda Metro Jaya sekitar pukul 11.30 WIB pada Kamis (17/9/2026). Dua pria yang diamankan berinisial PP (37) dan AA (62). “Keduanya ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan berdasarkan informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran narkotika di kawasan Petamburan,” kata Kanit Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro JayaAKBP Triyatno Pamungkas dalam keterangannya, Sabtu (19/9/2026). Dari hasil penggeledahan, Triyanto mengatakan petugas menemukan barang bukti berupa 59 bungkus ganja yang dikemas dalam kotak dan dilakban berwarna cokelat. Barang bukti tersebut disimpan di dalam tiga karung putih dengan total berat bruto mencapai 62.535 gram atau sekitar 62,5 kilogram. “Kami berhasil mengungkap peredaran tindak pidana narkotika jenis ganja seberat 62,5 kilogram di wilayah Petamburan, Jakarta Barat. Dan mengamankan 2 orang pria berinisial PP 37 tahun dan AA 63 tahun,” ujarnya. Selain ganja, polisi juga mengamankan tiga buah lakban cokelat, satu buah cutter, serta dua unit telepon seluler milik PP dan AA yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika. Kedua pelaku mengaku sudah melakukan transaksi sebanyak 5 kali. “Dari tangan pelaku, kami berhasil menyita dan mengamankan 3 karung putih yang di dalam nya terdapat total 59 pak yang dilakban cokelat dengan berat keseluruhan adalah 62.535 gram atau 62,5 kilogram narkotika jenis ganja serta 2 buah handphone yang dipergunakan untuk transaksi narkotika,” ujarnya. “Dari keterangan yang diberikan oleh para pelaku mengakui sudah 5 kali melakukan transaksi narkotika jenis ganja,” lanjutnya.

  • Polda Metro Gagalkan Peredaran Narkoba di Jakbar, Sita 62,5 Kg Ganja

    Polda Metro Gagalkan Peredaran Narkoba di Jakbar, Sita 62,5 Kg Ganja

    Jakarta – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap kasus peredaran narkotika jenis ganja seberat 62,5 kilogram di wilayah Petamburan, Jakarta Barat (Jakbar). Polisi mengamankan dua pria dalam pengungkapan tersebut. Pengungkapan ini dilakukan oleh Ditresnarkoba Polda Metro Jaya sekitar pukul 11.30 WIB pada Kamis (17/9/2026). Dua pria yang diamankan berinisial PP (37) dan AA (62). “Keduanya ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan berdasarkan informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran narkotika di kawasan Petamburan,” kata Kanit Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro JayaAKBP Triyatno Pamungkas dalam keterangannya, Sabtu (19/9/2026). Dari hasil penggeledahan, Triyanto mengatakan petugas menemukan barang bukti berupa 59 bungkus ganja yang dikemas dalam kotak dan dilakban berwarna cokelat. Barang bukti tersebut disimpan di dalam tiga karung putih dengan total berat bruto mencapai 62.535 gram atau sekitar 62,5 kilogram. “Kami berhasil mengungkap peredaran tindak pidana narkotika jenis ganja seberat 62,5 kilogram di wilayah Petamburan, Jakarta Barat. Dan mengamankan 2 orang pria berinisial PP 37 tahun dan AA 63 tahun,” ujarnya. Selain ganja, polisi juga mengamankan tiga buah lakban cokelat, satu buah cutter, serta dua unit telepon seluler milik PP dan AA yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika. Kedua pelaku mengaku sudah melakukan transaksi sebanyak 5 kali. “Dari tangan pelaku, kami berhasil menyita dan mengamankan 3 karung putih yang di dalam nya terdapat total 59 pak yang dilakban cokelat dengan berat keseluruhan adalah 62.535 gram atau 62,5 kilogram narkotika jenis ganja serta 2 buah handphone yang dipergunakan untuk transaksi narkotika,” ujarnya. “Dari keterangan yang diberikan oleh para pelaku mengakui sudah 5 kali melakukan transaksi narkotika jenis ganja,” lanjutnya.

  • Kapolda Dan Wakapolda Metro Jaya Hadiri Kompolnas Awards 2026

    Polda Metro Jaya Hadiri Kompolnas Awards 2026

    Bisnis. Sumber ilustrasi: Unsplash

    sumber: dokumentasi istimewa

    Kapolda Metro Jaya bersama Wakapolda Metro Jaya menghadiri Penganugerahan Kompolnas Awards 2026 yang berlangsung di Sari Pacific Hotel Jakarta, Kamis (17/9/2026).

    Kompolnas Awards menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap kinerja, inovasi, integritas, dan kontribusi personel maupun satuan kerja di lingkungan Polri. Pada tahun ini, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah satuan kerja dan personel dari berbagai wilayah.

    Dalam kesempatan tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) yang secara konsisten menyelenggarakan Kompolnas Awards. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana evaluasi sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas.

    Kapolri juga berharap penghargaan yang diberikan tidak berhenti sebagai bentuk apresiasi semata. Berbagai capaian dan inovasi yang telah dilakukan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi satuan kerja lainnya untuk terus mengembangkan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat. 

    Kompolnas Awards 2026 juga memiliki proses penilaian yang dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai unsur. Penilaian tersebut mencakup kinerja, inovasi, praktik baik, kepemimpinan, serta dampak pelayanan kepada masyarakat. 

    Kehadiran Kapolda dan Wakapolda Metro Jaya dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap semangat peningkatan kualitas pelayanan dan pengembangan berbagai inovasi di lingkungan kepolisian.

    Melalui kegiatan seperti Kompolnas Awards, setiap satuan kerja dan personel diharapkan dapat terus belajar dari berbagai praktik baik yang telah dilakukan. Hal tersebut sekaligus menjadi dorongan untuk menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, dan bermanfaat bagi masyarakat.

  • Polda Metro Jaya Perkuat Pengamanan Jelang Pilkades Serentak di 154 Desa Bekasi

    Polda Metro Jaya Perkuat Pengamanan Jelang Pilkades Serentak di 154 Desa Bekasi

    19 September 2026 – 14:15 WIB

    Jakarta. Polda Metro Jaya menyiapkan pengamanan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak yang digelar di 154 desa di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu, 20 September 2026.

    Pengamanan disiapkan melalui jajaran Polres Metro Bekasi bersama unsur terkait. Pola pengamanan akan disesuaikan dengan tingkat kerawanan di masing-masing wilayah guna menjaga seluruh tahapan Pilkades tetap aman dan tertib.

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pengamanan itu dilakukan melalui jajaran Polres Metro Bekasi bersama unsur terkait, dengan skema pengamanan yang disesuaikan berdasarkan tingkat kerawanan masing-masing wilayah.

    “Kami mengajak seluruh pihak menunjukkan sikap siap menang dan siap kalah, serta tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai pemicu perselisihan,” kata Budi di Jakarta, Jumat (18/09/2026).

    Budi juga mengimbau para calon, pendukung, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan serta tidak melakukan provokasi, intimidasi, maupun ancaman yang dapat mengganggu jalannya Pilkades.

    “Apabila terjadi keberatan atau sengketa selama proses Pilkades, penyelesaiannya ditempuh melalui mekanisme hukum yang berlaku,” ujar Budi. Selain mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban, kepolisian turut mewaspadai praktik perjudian atau botoh yang berpotensi muncul dalam kontestasi pemilihan kepala desa.

    Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Bekasi disiagakan untuk melakukan penindakan apabila ditemukan adanya indikasi tindak pidana perjudian.

    Budi menegaskan personel yang diterjunkan di lapangan diarahkan untuk mengedepankan pendekatan humanis dan profesional selama pelaksanaan pengamanan.

    “Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga situasi agar seluruh tahapan Pilkades berjalan aman dan tertib,” tutur Budi.

  • Polda Metro Jaya Perkuat Pengamanan Jelang Pilkades Serentak di 154 Desa Bekasi

    Polda Metro Jaya Perkuat Pengamanan Jelang Pilkades Serentak di 154 Desa Bekasi

    19 September 2026 – 14:15 WIB

    Jakarta. Polda Metro Jaya menyiapkan pengamanan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak yang digelar di 154 desa di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu, 20 September 2026.

    Pengamanan disiapkan melalui jajaran Polres Metro Bekasi bersama unsur terkait. Pola pengamanan akan disesuaikan dengan tingkat kerawanan di masing-masing wilayah guna menjaga seluruh tahapan Pilkades tetap aman dan tertib.

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pengamanan itu dilakukan melalui jajaran Polres Metro Bekasi bersama unsur terkait, dengan skema pengamanan yang disesuaikan berdasarkan tingkat kerawanan masing-masing wilayah.

    “Kami mengajak seluruh pihak menunjukkan sikap siap menang dan siap kalah, serta tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai pemicu perselisihan,” kata Budi di Jakarta, Jumat (18/09/2026).

    Budi juga mengimbau para calon, pendukung, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan serta tidak melakukan provokasi, intimidasi, maupun ancaman yang dapat mengganggu jalannya Pilkades.

    “Apabila terjadi keberatan atau sengketa selama proses Pilkades, penyelesaiannya ditempuh melalui mekanisme hukum yang berlaku,” ujar Budi. Selain mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban, kepolisian turut mewaspadai praktik perjudian atau botoh yang berpotensi muncul dalam kontestasi pemilihan kepala desa.

    Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Bekasi disiagakan untuk melakukan penindakan apabila ditemukan adanya indikasi tindak pidana perjudian.

    Budi menegaskan personel yang diterjunkan di lapangan diarahkan untuk mengedepankan pendekatan humanis dan profesional selama pelaksanaan pengamanan.

    “Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga situasi agar seluruh tahapan Pilkades berjalan aman dan tertib,” tutur Budi.